PACITAN, Lidikinvestigasi.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pacitan mengajak seluruh sekolah, orang tua, dan masyarakat untuk mendukung pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi anak sekolah yang akan dilaksanakan sesuai jadwal masing-masing puskesmas di wilayah Kabupaten Pacitan.
Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan peserta didik melalui deteksi dini berbagai faktor risiko dan masalah kesehatan yang dapat memengaruhi tumbuh kembang serta prestasi belajar anak di sekolah.
Melalui pemeriksaan kesehatan secara berkala, siswa dapat mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat. Dengan demikian, anak-anak diharapkan dapat tumbuh sehat, aktif, dan mampu meraih prestasi secara optimal.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan, dr. Daru Mustikoaji, mengatakan bahwa kesehatan merupakan modal utama bagi generasi muda dalam menempuh pendidikan dan meraih masa depan yang lebih baik.
"Anak yang sehat memiliki peluang lebih besar untuk belajar dengan baik, aktif dalam kegiatan sekolah, dan berkembang sesuai potensi yang dimilikinya. Karena itu, program Cek Kesehatan Gratis ini sangat penting sebagai langkah deteksi dini terhadap berbagai masalah kesehatan yang mungkin dialami peserta didik," ujar dr. Daru.
Menurutnya, pemeriksaan kesehatan di lingkungan sekolah menjadi strategi efektif untuk menjangkau seluruh peserta didik secara merata. Selain mendeteksi gangguan kesehatan, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya menjaga pola hidup sehat sejak usia dini.
"Kami berharap seluruh sekolah, guru, dan orang tua dapat mendukung pelaksanaan CKG. Jika ditemukan masalah kesehatan, maka dapat segera dilakukan tindak lanjut sehingga tidak mengganggu proses belajar maupun tumbuh kembang anak," tambahnya.
Dalam pelaksanaannya, jenis pemeriksaan yang dilakukan disesuaikan dengan usia dan jenjang pendidikan peserta didik.
Untuk siswa Sekolah Dasar (SD), pemeriksaan meliputi status gizi, tekanan darah, gula darah, kesehatan mata, telinga, gigi, tuberkulosis, kesehatan jiwa, hepatitis B, riwayat imunisasi, hingga skrining kesehatan reproduksi bagi siswa kelas tertentu. Di daerah endemis juga dilakukan pemeriksaan malaria dan frambusia.
Sementara itu, bagi siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP), pemeriksaan mencakup status gizi, aktivitas fisik, kebiasaan merokok, anemia pada siswa kelas VII, talasemia, kesehatan reproduksi, hepatitis B dan C, kesehatan jiwa, serta pemeriksaan mata, telinga, dan gigi.
Adapun untuk siswa Sekolah Menengah Atas (SMA), pemeriksaan difokuskan pada status gizi, tekanan darah, gula darah, anemia remaja putri kelas X, kesehatan reproduksi, hepatitis B dan C, kesehatan jiwa, serta skrining penyakit menular tertentu seperti tuberkulosis, malaria, frambusia, kusta, dan scabies di wilayah yang berisiko.
Program ini juga mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan remaja sekaligus memperkuat budaya hidup sehat di lingkungan sekolah.
Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan berharap melalui pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG), berbagai faktor risiko penyakit dapat ditemukan lebih awal sehingga penanganan dapat dilakukan sebelum berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih serius.
"Mari kita sukseskan Cek Kesehatan Gratis pada anak sekolah. Dengan anak yang sehat, kita sedang menyiapkan generasi Pacitan yang cerdas, produktif, dan berdaya saing di masa depan," pungkas dr. Daru Mustikoaji. (Setyo)


