Ruas jalan tersebut memiliki peran penting dalam menunjang mobilitas masyarakat dan akses menuju kawasan wisata Pantai Srau. Sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Pacitan, Pantai Srau membutuhkan dukungan infrastruktur yang memadai agar perjalanan pengunjung semakin nyaman dan aktivitas perekonomian masyarakat sekitar dapat berkembang.
Pemeliharaan berkala ini menggunakan anggaran yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2026 dengan nilai kontrak sebesar Rp3,9 miliar. Pekerjaan tidak hanya difokuskan pada badan jalan, tetapi juga mencakup penanganan bahu jalan sebagai bagian dari upaya menjaga kondisi dan ketahanan infrastruktur.
Salah satu bagian pekerjaan yang menjadi perhatian adalah pembangunan cor beton untuk pengamanan aset jalan. Berdasarkan keterangan yang disampaikan pihak terkait, pekerjaan cor beton tersebut pada Kamis (8/10/2026) dilaporkan telah mendekati penyelesaian 100 persen.
Kondisi jalan yang semakin baik diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan. Selain mendukung perjalanan wisatawan menuju Pantai Srau, pemeliharaan infrastruktur ini juga diharapkan memperlancar distribusi hasil pertanian yang menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat pedesaan.
Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Kabupaten Pacitan, Imam Safiq, mengatakan bahwa pemerintah daerah terus berupaya menyelenggarakan pembangunan dan pemeliharaan jalan dengan memperhatikan kuantitas serta kualitas sesuai harapan masyarakat. Namun, pelaksanaan program tetap harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang tersedia.
“Kita tidak henti-hentinya terus berusaha menyelenggarakan jalan dengan kuantitas dan kualitas yang diharapkan masyarakat. Namun demikian, kita juga harus berhitung dengan anggaran yang tersedia,” jelas Imam Safiq melalui media sosial, Kamis (8/10/2026).
Menurutnya, pemeliharaan berkala merupakan salah satu langkah untuk menjaga aset infrastruktur yang telah dibangun agar tetap berfungsi dengan baik. Dengan perawatan yang terencana, kondisi jalan diharapkan dapat dipertahankan sehingga manfaatnya bisa dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
Pelaksanaan pekerjaan dipercayakan kepada CV Pusaka Putra, dengan pengawasan oleh CV CitraLintas Bumi. Penyedia jasa menyatakan berupaya mengoptimalkan waktu pelaksanaan agar pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target yang telah ditetapkan.
Betty, selaku pelaksana pekerjaan, menjelaskan bahwa nilai kontrak sebesar Rp3,9 miliar dengan estimasi waktu pengerjaan 120 hari menuntut pengelolaan waktu dan pelaksanaan yang efektif. Faktor cuaca dan kondisi alam juga menjadi hal yang perlu diperhitungkan selama pekerjaan berlangsung.
“Pekerjaan dengan nilai kontrak Rp3,9 miliar bukan nilai yang kecil. Dengan estimasi waktu 120 hari, kami dari penyedia barang dan jasa harus mengefektifkan waktu dan kesempatan. Karena kondisi alam bisa saja memperlambat kerja kami. Untuk itu, kami akan bekerja siang malam demi terpenuhinya progres, sehingga pekerjaan ini akan selesai tepat waktu tanpa kendala,” tutur Betty saat ditemui awak media, Kamis (8/10/2026).
Pemeliharaan Jalan Candi–Srau diharapkan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat, baik dalam mendukung sektor pariwisata maupun memperlancar aktivitas ekonomi. Infrastruktur yang terawat menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah, mempermudah distribusi hasil pertanian, serta membuka peluang usaha bagi warga di sekitar destinasi wisata.
Dengan pelaksanaan pekerjaan yang memperhatikan mutu, ketepatan waktu, dan fungsi infrastruktur, ruas Jalan Candi–Srau diharapkan semakin mendukung pengembangan potensi wisata Pantai Srau serta pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pacitan. (Setyo)

