Pacitan, Lidikinvestigasi.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan bersama lintas sektor menggelar rapat koordinasi penanganan kasus keracunan makanan yang terjadi di Kecamatan Tegalombo, Kamis (16/4/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sistem pencegahan serta meningkatkan kualitas pengelolaan keamanan pangan di wilayah tersebut.
Rapat koordinasi tersebut dihadiri berbagai pihak terkait, mulai dari unsur kecamatan, kepolisian, TNI, hingga perwakilan SPPG, termasuk Mitra SPPG Kedungbendo. Pertemuan ini secara khusus membahas penyebab kejadian keracunan makanan serta merumuskan langkah-langkah konkret agar insiden serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang.
Dalam pembahasan, Dinas Kesehatan menekankan pentingnya penerapan standar higienitas dan sanitasi dalam proses pengolahan makanan. Selain itu, pengawasan terhadap distribusi makanan, terutama dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), juga menjadi fokus utama. Evaluasi menyeluruh dilakukan mulai dari pemilihan bahan baku, proses memasak, hingga distribusi kepada penerima manfaat.
Pihak kecamatan bersama unsur keamanan seperti Kapolsek dan Danramil turut menyampaikan komitmennya dalam mendukung pengawasan di lapangan. Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci utama dalam menciptakan sistem pengamanan pangan yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Selain aspek pengawasan, edukasi kepada masyarakat juga menjadi perhatian penting. Dinas Kesehatan mendorong peningkatan kesadaran masyarakat terkait pentingnya konsumsi makanan yang aman dan sehat. Sosialisasi mengenai cara penyimpanan makanan, pengolahan yang benar, serta tanda-tanda makanan yang tidak layak konsumsi diharapkan mampu meminimalisir risiko keracunan.
Rapat ini juga menyoroti perlunya peningkatan kapasitas pengelola SPPG dalam menjalankan manajemen pengolahan makanan. Standar operasional prosedur (SOP) harus diterapkan secara disiplin untuk menjamin kualitas makanan yang diberikan kepada masyarakat, khususnya anak-anak sekolah sebagai penerima utama program MBG.
Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan tercipta optimalisasi tata kelola manajemen pengelolaan MBG di SPPG, sehingga mampu memberikan dampak positif yang lebih luas. Perbaikan sistem tidak hanya berorientasi pada penanganan kasus, tetapi juga pada upaya preventif yang berkelanjutan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan, dr. Daru Mustikoaji, menegaskan bahwa kejadian ini harus menjadi pembelajaran bersama untuk memperkuat sistem pengawasan pangan. “Kami tidak hanya fokus pada penanganan kasus, tetapi juga memastikan langkah pencegahan berjalan maksimal. Pengawasan, pembinaan, dan edukasi harus dilakukan secara berkesinambungan agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Pacitan menegaskan komitmennya dalam menjaga kesehatan masyarakat melalui penguatan sistem keamanan pangan. Kecamatan Tegalombo menjadi prioritas dalam implementasi hasil evaluasi ini, mengingat kejadian keracunan makanan yang sempat terjadi.
Dengan adanya sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat, diharapkan kasus keracunan makanan di wilayah Kabupaten Pacitan, khususnya Kecamatan Tegalombo, tidak terulang kembali. Upaya ini menjadi bagian dari langkah besar dalam menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan mendukung tumbuh kembang generasi muda. (Setyo)

