![]() |
| Dinas Kesehatan Pacitan Berbagi Takjil dan Santuni Anak Yatim di Bulan Ramadan 2026 |
Pacitan,Lidikinvestigasi.com– Memanfaatkan momentum bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan menggelar kegiatan sosial berupa pembagian takjil kepada masyarakat serta santunan bagi anak yatim dan dhuafa, Kamis (5/3/2026). Kegiatan tersebut menjadi wujud nyata kepedulian jajaran tenaga kesehatan terhadap masyarakat, khususnya mereka yang sedang menjalani masa sulit saat menjaga anggota keluarga yang dirawat di rumah sakit.
Kegiatan berbagi tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan, dr. Daru Mustikoaji, bersama jajaran pegawai Dinas Kesehatan. Paket takjil dibagikan kepada keluarga pasien yang sedang menunggu kerabatnya menjalani perawatan di fasilitas kesehatan di wilayah Pacitan.
Menurut dr. Daru Mustikoaji, kegiatan ini merupakan bentuk empati dan solidaritas sosial dari para pegawai di lingkungan Dinas Kesehatan Pacitan kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama di bulan Ramadan yang identik dengan semangat berbagi dan memperbanyak amal kebaikan.
“Kami menyiapkan sekitar 100 paket takjil untuk dibagikan kepada para penunggu pasien. Harapannya, paket ini dapat membantu mereka yang mungkin belum sempat menyiapkan makanan untuk berbuka puasa karena harus mendampingi keluarganya yang sedang dirawat,” jelas dr. Daru.
Ia menambahkan bahwa seluruh paket takjil yang dibagikan berasal dari donasi sukarela para pegawai di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan. Hal tersebut menunjukkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial yang kuat di antara para tenaga kesehatan.
“Semua paket takjil ini merupakan hasil dari sumbangan sukarela teman-teman pegawai Dinas Kesehatan. Kami ingin berbagi kebahagiaan di bulan Ramadan dengan masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Tidak hanya berhenti pada kegiatan pembagian takjil, pada sore hari Dinas Kesehatan Pacitan juga menggelar kegiatan santunan kepada anak yatim dan kaum dhuafa. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian aksi sosial yang digelar dalam rangka meningkatkan kepedulian sosial sekaligus memperkuat nilai-nilai kemanusiaan di bulan suci Ramadan.
Dalam kegiatan santunan tersebut, sejumlah anak yatim dan masyarakat kurang mampu menerima bantuan yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan mereka selama bulan Ramadan.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama yang diikuti oleh jajaran pegawai Dinas Kesehatan, tenaga kesehatan dari berbagai puskesmas, serta perwakilan rumah sakit yang ada di Kabupaten Pacitan.
Suasana kebersamaan dan kehangatan terlihat dalam kegiatan tersebut. Selain menjadi momen berbagi kebahagiaan, kegiatan buka puasa bersama juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antar tenaga kesehatan di wilayah Pacitan.
dr. Daru Mustikoaji berharap kegiatan sosial seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan dan menjadi budaya positif di lingkungan Dinas Kesehatan Pacitan. Menurutnya, sebagai institusi yang bergerak di bidang pelayanan kesehatan, penting bagi seluruh jajaran tenaga kesehatan untuk memiliki empati yang tinggi terhadap kondisi masyarakat.
“Semoga kegiatan ini dapat menumbuhkan empati kepada masyarakat yang membutuhkan serta menjadi bagian dari upaya kita untuk meningkatkan nilai ibadah di bulan Ramadan,” tuturnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum memperbanyak kebaikan, mempererat persaudaraan, serta saling membantu satu sama lain.
Menurutnya, meskipun bantuan yang diberikan tidaklah besar, namun diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang sedang menjalani ibadah puasa, khususnya bagi mereka yang tengah menunggu anggota keluarga yang dirawat di rumah sakit.
“Mungkin yang kami bagikan tidaklah besar, namun kami berharap bisa sedikit membantu dan bermanfaat bagi mereka yang sedang menunggu waktu berbuka puasa,” pungkasnya.
Kegiatan berbagi takjil dan santunan ini sekaligus menjadi gambaran bahwa tenaga kesehatan tidak hanya berperan dalam memberikan pelayanan medis, tetapi juga memiliki kepedulian sosial terhadap masyarakat di sekitarnya.
Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan hubungan antara tenaga kesehatan dan masyarakat dapat semakin erat serta memperkuat semangat gotong royong di Kabupaten Pacitan.
Momentum Ramadan pun menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap sesama merupakan nilai penting dalam membangun masyarakat yang sehat, sejahtera, dan penuh solidaritas. (Setyo)

