Bupati Pacitan Buka Workshop Produksi Film, Generasi Muda Antusias Belajar Sinematografi

 

Bupati Pacitan Buka Workshop Produksi Film. (Foto : dok.Prokopim pacitan)


PACITAN, Lidikinvestigasi.com– Industri kreatif, khususnya bidang perfilman, mulai menarik perhatian generasi muda di Kabupaten Pacitan. Antusiasme tersebut terlihat dalam kegiatan workshop produksi film yang digelar di Galeri Seni Song Meri, Desa Sukoharjo, Rabu (2/9/2026).

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji, tersebut merupakan bagian dari pra-event Festival Film Horor (FFH). Acara ini diselenggarakan oleh Ruang Film Pacitan berkolaborasi dengan Community Forum JAFF (Jogja-NETPAC Asian Film Festival) dan Jogja Film Academy (JFA).

Workshop produksi film tersebut menjadi ruang belajar sekaligus wadah pengembangan kreativitas bagi pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum yang memiliki ketertarikan terhadap dunia perfilman.

Melalui kegiatan ini, peserta mendapatkan kesempatan untuk mengenal lebih jauh proses pembuatan film, mulai dari penyusunan konsep cerita, teknik pengambilan gambar, penyuntingan video, hingga seni peran.

Ruang Film Pacitan Dorong Talenta Perfilman Lokal

Ketua Ruang Film Pacitan, Idam Nugrahadi, menyampaikan bahwa workshop produksi film ini mendapat respons positif dari masyarakat. Peserta yang mengikuti kegiatan berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum.

Menurutnya, tingginya minat peserta menunjukkan bahwa dunia perfilman memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai salah satu bidang industri kreatif di Kabupaten Pacitan.

“Banyak respons, terutama dari pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum yang tertarik terhadap dunia perfilman,” ungkap Idam Nugrahadi.

Workshop ini menghadirkan pemateri dari Jogja Film Academy yang memberikan pembelajaran mengenai berbagai aspek penting dalam produksi film.

Terdapat empat kelas utama yang dibuka dalam kegiatan tersebut, yakni kelas penyutradaraan, sinematografi, editing, dan keaktoran.

Melalui kelas penyutradaraan, peserta diperkenalkan pada proses mengarahkan cerita dan membangun visual film. Sementara kelas sinematografi memberikan pemahaman mengenai teknik pengambilan gambar untuk mendukung penyampaian cerita.

Adapun kelas editing membahas proses penyuntingan gambar dan suara, sedangkan kelas keaktoran memberikan ruang bagi peserta untuk mempelajari seni peran di depan kamera.

Keempat bidang tersebut menjadi bagian penting dalam proses produksi film yang membutuhkan kolaborasi berbagai talenta kreatif.

Bupati Pacitan Apresiasi Perkembangan Industri Film

Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji, memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan workshop produksi film yang melibatkan generasi muda tersebut.

Menurutnya, industri kreatif, khususnya perfilman, merupakan bidang yang potensial untuk dikembangkan karena memberikan ruang luas bagi kreativitas dan inovasi.

Bupati menilai bahwa kreativitas menjadi salah satu kekuatan utama yang membuat industri film dapat terus berkembang mengikuti perubahan zaman.

“Melalui acara ini, semoga talenta perfilman di Pacitan bisa lebih berkembang,” kata Indrata Nur Bayuaji.

Ia juga meminta dinas terkait untuk memberikan dukungan terhadap pengembangan industri kreatif di Kabupaten Pacitan, termasuk menciptakan ekosistem yang mendukung tumbuhnya komunitas dan pelaku perfilman lokal.

Dukungan tersebut diharapkan dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi generasi muda Pacitan untuk mengembangkan kemampuan, menghasilkan karya, serta berkolaborasi dengan insan perfilman dari berbagai daerah.

Keberadaan ruang kreatif dinilai penting agar para pelajar, mahasiswa, dan komunitas film memiliki tempat untuk belajar, berdiskusi, serta mengembangkan gagasan menjadi karya audiovisual.

Jogja Film Academy Dorong Kolaborasi Perfilman Daerah

Direktur Jogja Film Academy, Tri Wahyudi, menyampaikan kebanggaannya atas inisiatif yang dilakukan oleh Ruang Film Pacitan dalam membuka ruang pertemuan bagi para pegiat perfilman.

Menurutnya, kegiatan workshop tersebut menjadi kesempatan untuk berbagi pengetahuan sekaligus membangun hubungan kolaboratif antara lembaga pendidikan film dan komunitas kreatif di daerah.

Tri Wahyudi berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal bagi Jogja Film Academy untuk berkolaborasi dalam mengembangkan iklim perfilman di Kabupaten Pacitan.

“Kami tidak akan jadi yang lebih tahu, tetapi kami yang sedikit lebih tahu,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menggambarkan semangat berbagi pengalaman dan pengetahuan dalam proses pembelajaran perfilman. Melalui kolaborasi, peserta diharapkan memperoleh wawasan baru sekaligus memiliki kesempatan untuk terus mengembangkan kemampuan secara mandiri.

Workshop Dua Hari, Bangun Ekosistem Film Pacitan

Workshop produksi film di Galeri Seni Song Meri ini berlangsung selama dua hari dan diikuti peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa, serta masyarakat umum.

Kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada pembelajaran teknis pembuatan film, tetapi juga menjadi sarana mempertemukan generasi muda yang memiliki minat dan potensi di bidang sinematografi.

Kehadiran Festival Film Horor sebagai agenda utama yang diawali dengan pra-event workshop juga memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk lebih mengenal proses kreatif di balik produksi sebuah film.

Dengan dukungan pemerintah daerah, komunitas film, dan lembaga pendidikan perfilman, Kabupaten Pacitan diharapkan mampu mengembangkan potensi industri kreatif lokal.

Melalui kegiatan ini, generasi muda Pacitan diharapkan semakin berani mengeksplorasi ide, meningkatkan keterampilan produksi film, serta menghasilkan karya yang mampu memperkenalkan kreativitas dan potensi daerah kepada masyarakat luas.

Workshop produksi film tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dan membangun ekosistem perfilman yang berkelanjutan di Kabupaten Pacitan. (E.setyo)