PACITAN, Lidikinvestigasi.com – Peringatan Hari Jadi ke-281 Kabupaten Pacitan tahun 2026 berlangsung khidmat meskipun bertepatan dengan awal bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Momentum bersejarah tersebut digelar dengan penuh makna di Pendopo Kabupaten Pacitan, ditandai dengan prosesi kirab Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji bersama istri menuju lokasi acara.
Suasana sakral terasa sejak awal prosesi. Lantunan gending Jawa yang mengalun lembut menambah nuansa budaya dan kekhidmatan peringatan hari lahir daerah berjuluk Kota 1001 Goa tersebut. Para tamu undangan, unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, serta jajaran perangkat daerah tampak mengikuti jalannya acara dengan penuh penghormatan.
Dalam sambutannya, Bupati Pacitan yang bergelar Kanjeng Tumenggung Indrata Nur Bayuaji Rekso Negara menegaskan bahwa peringatan Hari Jadi ke-281 ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi untuk memperkuat jati diri dan karakter masyarakat Pacitan di tengah arus perubahan zaman.
Menurutnya, tantangan globalisasi dan derasnya pengaruh budaya luar harus disikapi dengan kebijaksanaan, tanpa kehilangan nilai-nilai luhur budaya dan tradisi lokal yang telah menjadi identitas Pacitan selama berabad-abad.
“Momentum hari jadi ini hendaknya menjadi sarana untuk memperkuat tekad dan jati diri kita dalam menghadapi perubahan zaman,” ujar Bupati.
Ia juga mengajak seluruh komponen masyarakat, mulai dari aparatur pemerintah hingga warga Pacitan di berbagai lapisan, untuk terus bersatu dan bergotong royong demi mewujudkan cita-cita pembangunan daerah.
“Kula ugi ngajak dhumateng para among praja saha sedaya warga tansaha mbudidaya murih Pacitan majèng ing samukawisipun,” tutur Bupati dalam bahasa Jawa, yang bermakna ajakan kepada seluruh aparatur dan masyarakat untuk terus berupaya agar Pacitan semakin maju di segala bidang.
Peringatan Hari Jadi Kabupaten Pacitan tahun ini mengangkat tema “Pacitan Binraja Ing Kamulyan”. Tema tersebut mengandung makna mendalam bahwa masyarakat Pacitan senantiasa berada dalam kondisi tertib, tenteram, sejahtera, serta mulia lahir dan batin.
Makna tersebut menjadi harapan bersama agar pembangunan yang dijalankan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi dan infrastruktur semata, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan sosial, pelestarian budaya, serta pembangunan karakter masyarakat.
Dengan semangat “Binraja Ing Kamulyan”, Pemerintah Kabupaten Pacitan berkomitmen menjaga harmoni antara kemajuan pembangunan dan nilai-nilai kearifan lokal yang telah diwariskan para leluhur.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Pacitan juga memberikan penghargaan kepada dua tokoh masyarakat atas jasa dan kontribusi besar mereka dalam mengharumkan nama Pacitan di tingkat nasional.
Penghargaan pertama diberikan kepada almarhum Sudirno, seorang pengukir dan pencipta gambar uang kertas Republik Indonesia yang berasal dari Desa Petung, Kecamatan Bandar. Dedikasinya dalam dunia seni ukir dan kontribusinya terhadap simbol kenegaraan menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Pacitan.
Penghargaan kedua diberikan kepada almarhum Kartosemito, warga Desa Pakis Baru, Kecamatan Nawangan. Rumah beliau tercatat dalam sejarah sebagai markas gerilya Panglima Besar Jenderal Sudirman saat perjuangan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.
Pemberian penghargaan tersebut menjadi bentuk penghormatan atas jasa para tokoh yang telah memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan daerah. Pemerintah Kabupaten Pacitan berharap generasi muda dapat meneladani semangat perjuangan, kreativitas, serta pengabdian kedua tokoh tersebut.
Peringatan Hari Jadi ke-281 Kabupaten Pacitan di awal Ramadan ini sekaligus menjadi momentum refleksi spiritual dan kebersamaan. Nilai-nilai religius yang melekat pada bulan suci Ramadan selaras dengan semangat peringatan hari jadi, yakni memperkuat persatuan, meningkatkan kepedulian sosial, serta memperteguh komitmen membangun daerah.
Dengan usia yang telah memasuki 281 tahun, Kabupaten Pacitan diharapkan terus tumbuh sebagai daerah yang maju, berdaya saing, dan tetap berakar pada budaya serta nilai-nilai luhur yang menjadi identitasnya. (Setyo)


