Dinkes Pacitan Optimalkan Program Suplementasi Vitamin A Gratis bagi Balita di Bulan Februari

 


Dinkes Pacitan Optimalkan Program Suplementasi Vitamin A Gratis bagi Balita di Bulan Februari

PACITAN,Lidikinvestigasi.com– Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan kembali mengingatkan masyarakat akan pentingnya program suplementasi Vitamin A gratis bagi bayi dan balita. Program nasional yang rutin dilaksanakan setiap bulan Februari dan Agustus ini menyasar anak usia 6 hingga 59 bulan melalui layanan posyandu dan puskesmas di seluruh wilayah Kabupaten Pacitan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan, dr. Daru Mustikoaji, menegaskan bahwa pemberian Vitamin A merupakan salah satu intervensi kesehatan dasar yang sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang anak serta meningkatkan daya tahan tubuh balita terhadap berbagai penyakit.

“Bulan Februari ini adalah momentum penting bagi para orang tua untuk memastikan anak-anaknya mendapatkan suplementasi Vitamin A. Program ini gratis dan mudah diakses melalui posyandu maupun puskesmas,” ujar dr. Daru Mustikoaji, Rabu (5/2/2026).



Vitamin A memiliki peran vital dalam menjaga kesehatan anak, terutama dalam memelihara fungsi penglihatan, meningkatkan sistem imun, serta mendukung pertumbuhan dan perkembangan secara optimal. Kekurangan Vitamin A dapat meningkatkan risiko gangguan mata, penurunan daya tahan tubuh, hingga meningkatkan kerentanan terhadap penyakit infeksi.

Menurut Dinas Kesehatan Pacitan, balita yang tidak mendapatkan asupan Vitamin A secara cukup berisiko lebih tinggi mengalami penyakit seperti campak, diare, dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Oleh karena itu, suplementasi Vitamin A secara berkala menjadi langkah preventif yang sangat strategis dalam menekan angka kesakitan pada anak.

“Vitamin A membantu tubuh anak melawan infeksi. Jika balita rutin mendapatkan kapsul Vitamin A sesuai jadwal, maka risiko sakit berat bisa ditekan,” jelas dr. Daru.

Dalam pelaksanaannya, program suplementasi Vitamin A di Kabupaten Pacitan menggunakan dua jenis kapsul yang disesuaikan dengan kelompok usia anak, yakni:

  • Kapsul biru dengan dosis 100.000 IU, diberikan kepada bayi usia 6–11 bulan

  • Kapsul merah dengan dosis 200.000 IU, diberikan kepada balita usia 12–59 bulan

Pemberian kapsul dilakukan oleh tenaga kesehatan terlatih di posyandu dan puskesmas, sehingga aman dan sesuai standar pelayanan kesehatan.

Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan terus berupaya meningkatkan cakupan pemberian Vitamin A agar seluruh sasaran dapat terlayani secara maksimal. Berbagai strategi dilakukan, mulai dari penguatan peran kader posyandu, sosialisasi melalui media sosial, hingga koordinasi lintas sektor dengan pemerintah desa.

“Kami mengajak seluruh orang tua untuk aktif datang ke posyandu. Jangan ragu bertanya kepada kader atau petugas kesehatan jika belum mengetahui jadwal pemberian Vitamin A,” imbau dr. Daru Mustikoaji.

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan program ini tidak lepas dari peran serta masyarakat. Kesadaran orang tua menjadi kunci utama agar anak-anak di Pacitan tumbuh sehat dan terhindar dari masalah kesehatan yang dapat dicegah sejak dini.

Program suplementasi Vitamin A merupakan program nasional Kementerian Kesehatan RI yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia setiap enam bulan sekali, yakni pada bulan Februari dan Agustus. Program ini terbukti efektif dalam menurunkan angka kebutaan akibat kekurangan Vitamin A serta meningkatkan kualitas kesehatan anak.

Di Kabupaten Pacitan, pelaksanaan program ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya pada kelompok rentan seperti bayi dan balita.

“Kami berharap tidak ada anak Pacitan yang terlewat dari program ini. Vitamin A adalah hak anak dan tanggung jawab kita bersama untuk memenuhinya,” tegas Kepala Dinas Kesehatan Pacitan.

Dinas Kesehatan Pacitan juga mengajak para orang tua untuk menjadikan posyandu sebagai pusat layanan kesehatan keluarga. Selain pemberian Vitamin A, posyandu juga menyediakan layanan penimbangan balita, imunisasi, serta edukasi gizi dan kesehatan ibu dan anak.

Dengan rutin mengunjungi posyandu, orang tua dapat memantau tumbuh kembang anak secara optimal sekaligus memperoleh informasi kesehatan yang akurat dari tenaga medis.

“Jangan lewatkan kesempatan ini. Mari bersama-sama kita wujudkan generasi Pacitan yang sehat, kuat, dan berkualitas,” pungkas dr. Daru Mustikoaji. (Setyo)