Puskesmas Pringkuku Kabupaten Pacitan jadi tujuan kaji banding Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep untuk belajar praktik terbaik pelaksanaan program Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer (ILP) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Pacitan, Lidikinvestigasi.com — Keberhasilan Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan dalam melaksanakan program Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer (ILP) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) menarik perhatian dari berbagai daerah.
Salah satunya datang dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur , yang mengirimkan 20 peserta kaji banding untuk menimba ilmu dan berbagi pengalaman langsung di UPT Puskesmas Pringkuku Kabupaten Pacitan , Selasa (4/11/2025).
Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari secara langsung strategi dan pelaksanaan kegiatan ILP dan CKG yang terbukti efektif meningkatkan indeks kesehatan masyarakat Kabupaten Pacitan .
Puskesmas Pringkuku dipilih karena dinilai mampu menjadi contoh penerapan pelayanan kesehatan primer yang terintegrasi dan berkelanjutan .
Rombongan peserta kaji banding dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep tiba di Puskesmas Pringkuku sekitar pukul 10.00 WIB dan disambut hangat oleh Kepala UPT Puskesmas Pringkuku, dr. Hanik Subekti , bersama jajaran tenaga kesehatan setempat.
Turut hadir juga perwakilan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan , yang memberikan penjelasan teknis tentang implementasi ILP dan CKG di wilayah tersebut.
Dalam sambutannya, dr. Hanik Subekti menyampaikan apresiasi atas kepercayaan dan perhatian Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep yang menjadikan Puskesmas Pringkuku sebagai lokasi studi lapangan.
“Kami merasa bangga dan bersyukur, karena upaya kecil yang kami lakukan dalam meningkatkan kesehatan masyarakat mendapat perhatian dari kabupaten lain.
Kunjungan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berinovasi dan menjaga kualitas layanan kesehatan,” ujar dr. Hanik kepada media awak.
Acara diawali dengan presentasi dari tim Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan mengenai latar belakang, pelaksanaan strategi, hingga hasil capaian program Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer (ILP) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Pacitan.
Program ini dinilai berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala, serta memperkuat sinergi antara tenaga medis, pemerintah desa, dan kader kesehatan.
dr. Daru Mustikoaji , Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan, dalam kesempatan terpisah menjelaskan bahwa ILP dan CKG merupakan program nasional yang menitikberatkan pada pemerataan layanan kesehatan dasar bagi semua kelompok usia.
“Program ini mencakup pelayanan kesehatan dari janin hingga usia lanjut.
Melalui ILP dan CKG, masyarakat tidak hanya mendapatkan layanan pemeriksaan gratis, tetapi juga edukasi untuk menjaga pola hidup sehat.
Capaian Pacitan saat ini sudah cukup meyakinkan, karena indeks kesehatan masyarakat menunjukkan peningkatan yang signifikan,” terang dr. Daru Mustikoaji melalui sambungan media sosial, Selasa (4/11/2025) .
Usai pemaparan materi, peserta kaji banding diajak berkeliling melihat langsung kegiatan layanan kesehatan di Puskesmas Pringkuku .
Mereka menyaksikan proses pemeriksaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi masyarakat Desa Sobo, termasuk pemeriksaan tekanan darah, kadar gula, Kolesterol, dan berat badan.
Selain itu, rombongan juga berinteraksi langsung dengan kader Posyandu Mawar 01 Desa Sobo , yang menjadi mitra aktif dalam pelaksanaan program kesehatan berbasis masyarakat.
Dalam sesi diskusi, peserta Dinkes Sumenep banyak menanyakan mekanisme pendataan warga, strategi sosialisasi, dan pola koordinasi antara puskesmas dan pemerintah desa.
“Kami mendapatkan banyak ilmu dari kunjungan ini, terutama bagaimana Puskesmas Pringkuku mampu memberdayakan dan masyarakat perangkat desa untuk mendukung ILP dan CKG,” ungkap salah satu peserta kaji banding dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep Siti Hairiyah, S.Kep.Ns., M.Kes. KABID Pelayanan Masyarakat.
Peserta kaji banding Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep mengaku terkesan dengan sinergi antara petugas kesehatan dan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Pringkuku.
Menurut mereka, keberhasilan Pacitan dalam mengelola ILP dan CKG bisa menjadi model inspiratif untuk diterapkan di Kabupaten Sumenep, dengan menyesuaikan kondisi daerah masing-masing.
“Kami akan membawa pulang pengalaman ini untuk diterapkan di Sumenep.
Pendekatan yang dilakukan Pacitan sangat humanis, dan masyarakatnya sangat aktif menjaga kesehatan lingkungan,” ujar salah satu pejabat Dinas Kesehatan Sumenep saat memberikan testimoni.
Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan sendiri menyambut baik dengan adanya kunjungan dari kabupaten lain, karena hal itu menjadi ajang berbagi pengetahuan dan memperkuat jejaring antar daerah.
Menurut dr. Hanik Subekti , kerja sama lintas wilayah ini penting untuk mempercepat pemerataan layanan kesehatan di Jawa Timur.
“Kami terbuka untuk berbagi pengalaman dengan daerah lain.
Setiap daerah memiliki tantangan yang berbeda, namun semangat kita sama yaitu mewujudkan masyarakat yang sehat dan sejahtera,” tambahnya.
Kunjungan kaji banding dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep ini menegaskan bahwa Kabupaten Pacitan kini menjadi salah satu daerah rujukan dalam pengembangan pelayanan kesehatan primer di Jawa Timur .
Keberhasilan pelaksanaan ILP dan CKG di Puskesmas Pringkuku bukan hanya hasil kerja pemerintah, tetapi juga dukungan masyarakat aktif dan kader kesehatan yang konsisten menjaga kebersihan serta pola hidup sehat.
Dengan semangat kolaborasi antar daerah, diharapkan program kesehatan seperti ILP dan CKG dapat terus berkembang, memperkuat ketahanan kesehatan masyarakat, dan menjadi landasan menuju Indonesia Sehat 2045 . (E.setyo)



