Pacitan Jalani Re-Verifikasi ODF 2026, Tim Provinsi Jawa Timur Lakukan Uji Petik di Delapan Desa

 

PACITAN, Lidikinvestigasi.comKabupaten Pacitan kembali menjadi perhatian dalam program sanitasi nasional. Setelah menjadi kabupaten pertama di Indonesia yang mendeklarasikan status Open Defecation Free (ODF) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS) pada tahun 2014, kini Pacitan menjalani re-verifikasi ODF yang dilaksanakan oleh Tim Provinsi Jawa Timur pada 15–17 Juli 2026.

Kegiatan re-verifikasi tersebut bertujuan memastikan keberlanjutan komitmen masyarakat dalam mempertahankan perilaku hidup bersih dan sehat serta mencegah terjadinya slippage atau kembalinya kebiasaan buang air besar sembarangan di lingkungan masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan, dr. Daru Mustikoaji, mengatakan bahwa re-verifikasi ODF merupakan bagian penting dalam menjaga kualitas sanitasi masyarakat yang telah dibangun selama bertahun-tahun.

"Pacitan telah mempertahankan status ODF sejak tahun 2014. Re-verifikasi ini menjadi bukti komitmen bersama untuk memastikan masyarakat tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta menjaga akses sanitasi yang layak dan aman," ujar dr. Daru.



Pelaksanaan re-verifikasi dilakukan secara hybrid. Kegiatan diawali dengan pemaparan profil sanitasi Kabupaten Pacitan melalui pertemuan daring (Zoom Meeting) pada 15 Juli 2026. Selanjutnya, pada 16 Juli 2026 tim verifikator Provinsi Jawa Timur melakukan kunjungan lapangan untuk melakukan uji petik di sejumlah wilayah.

Dalam proses verifikasi lapangan, tim dibagi ke dalam empat regional yang mewakili wilayah Kabupaten Pacitan, yaitu Regional Barat, Regional Tengah, Regional Timur, dan Regional Utara.

Regional Barat meliputi Kecamatan Punung, Donorojo, dan Pringkuku. Regional Tengah mencakup Kecamatan Pacitan, Kebonagung, dan Arjosari. Regional Timur terdiri dari Kecamatan Tulakan, Sudimoro, dan Ngadirojo, sedangkan Regional Utara meliputi Kecamatan Bandar, Nawangan, dan Tegalombo.

Untuk menentukan lokasi kunjungan lapangan, dilakukan pengundian secara acak. Dari hasil undian tersebut terpilih empat kecamatan dengan masing-masing dua desa sebagai lokasi verifikasi.

Lokasi yang menjadi sasaran kunjungan lapangan meliputi Kelurahan Sidoharjo dan Desa Mendai di Kecamatan Pacitan, Desa Jlubang dan Desa Ngadirejan di Kecamatan Pringkuku, Desa Jetak dan Desa Gasang di Kecamatan Tulakan, serta Desa Tegalombo dan Desa Tahunan di Kecamatan Tegalombo.

Pada setiap desa yang menjadi lokus verifikasi, tim melakukan kunjungan ke 25 kepala keluarga (KK) yang dipilih secara acak. Selain itu, tim juga melakukan peninjauan terhadap satu fasilitas umum berupa sekolah untuk melihat implementasi sanitasi dan perilaku hidup bersih di lingkungan pendidikan.

Kegiatan kunjungan lapangan berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 14.00 WIB dan diakhiri dengan penandatanganan berita acara hasil verifikasi di masing-masing desa.

Selain verifikasi lapangan, pada hari yang sama juga dilaksanakan Forum Group Discussion (FGD) antara Kelompok Kerja Perumahan dan Kawasan Permukiman (Pokja PKP) Provinsi Jawa Timur dengan Pokja PKP Kabupaten Pacitan. Kegiatan yang berlangsung di Bapperida Kabupaten Pacitan tersebut membahas berbagai tantangan sanitasi serta strategi pengembangan sanitasi menuju akses sanitasi aman bagi seluruh masyarakat.

Menurut dr. Daru Mustikoaji, keberhasilan mempertahankan status ODF tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.

"Sanitasi yang baik akan berdampak langsung terhadap penurunan penyakit berbasis lingkungan, peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, serta mendukung pembangunan sumber daya manusia yang lebih berkualitas. Karena itu, kami berharap masyarakat terus menjaga kebiasaan hidup bersih dan tidak kembali pada praktik buang air besar sembarangan," tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Pacitan optimistis hasil re-verifikasi ODF tahun 2026 akan menunjukkan bahwa komitmen masyarakat terhadap sanitasi sehat masih terjaga dengan baik. Keberhasilan tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi Pacitan sebagai daerah yang konsisten mendukung program sanitasi nasional dan mewujudkan lingkungan yang sehat, bersih, dan berkelanjutan. (Setyo)